Tentang Kopi

tips membuat wedang teh (tea) dan kopi (coffee)

kami berdua

walimatul 'ursy timur tengah

Cinta Suci

Ingin kukatakan arti cinta kepadamu, Dinda.

berawal dari taaruf

Sore senja jingga menupuk tangan Indah nampak elok menyebar cakrawala bumi yang luas

Arkan Dian Husnayan

Mujahid Kecil Kami

Wednesday, August 27, 2008

tafakur menjelang ramadhan...





bismillahirrahmanirrahim...


Saudaraku,
Kehidupan ini bagaikan roda zaman yang terus berputar. Hari ini begini, besok entah bagaimana. Bersyukurlah mereka yang dapat mengerti hakekat kehidupannya, memaknai setiap detik waktunya, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada ini untuk meningkatkan kualitas diri, amal serta ibadahnya.

Saudaraku,
Kita pernah bersimpuh di hadapan-NYA menuyusun sujud pada debu-debu-NYA yang gelap. Kita sulam kata pinta, kita rangkai kalimat doa, memohon agar dalam hidup ini kita diberikan segalanya yang terbaik, berharap IA tunjukkan jalan yang lurus, istiqomah di tengah fitnah, sabar di tengah makar, dan ikhlas menghadapi hidup yang keras. Kemudian air mata kita pun mengalir membasahi malam, sunyi, sepi…

Saudaraku,
namun hari ini kita lupa lagi dengan sebait pinta yang meluncur deras dari lisan kita yang penuh dosa. Lupa akan arti kehidupan, lupa akan perjumpaan dengan-NYA, lupa dengan azzam yang sudah lama tertanam, lupa akan sesuatu di mana kelak taksebait pun doa, tak sejurus sujud pun ada artinya, tak ada arti setiap tangis yang meringis. Kita kembali lupa entah apa penyebabnya, tanyakannlah pada hati kita yang paling dalam, apa yang terjadi dalam diri kiota, padahal setiap tahun selama sebulan kita menjalankan latihan, selama sebulan kita sering berjanji bahwa kita akan benar-ar taat dan tunduk pada ALLAH, bahkan kepergian bulan latihan itu membuat kita benar-benar merasa kehilangan. Namun semuanya hanyalah janji palsu kita, kita kembali melupakan Rabb kita, bahkan beberapa hari saja berlalu dari bulan itu kita sudah tidak memiliki lagi ruhul jihadnya, ada pa dengan diri kita, saudaraku?

Saudaraku,
waktu terus berlalu, detik demi detik telah kita lewati, hari demi hari pun telah kita lalui. Tidak terasa bulan berganti, tahun pun bertukar, sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan kembali tiba. Akankah bulan itu menjadikan kita kembali fitri ataukah bulan penuh rahmah itu lewat begitu saja tanpa kita dapat menikmati sedikit pun kemuliaannya. Ataukah bulan Ramadhan itu hanya sekedar meramaikan agenda malam kita, tanpa pernah sedikitpun mendapatkan perubahan dari setiap kedatangannya. Ataukah sebait janji palsu akan kembali kita ucapkan pada sang Rabbi, berjanji akan kita lakukan sebuah perubahan mendasar dalam hidup kita namun senatiasa janji itu kita pungkiri, begitu silih berganti, entah sampai kapan dusta ini kita akhiri.

Saudaraku,
setiap tahun datang Ramadhan, bulan yang di dalamnya turun Al-Quran, bulan yang di dalmnya kita wajib berpuasa, sholat sunnah tarawih, dan keistimewaan malam lailatul qadar, yaitu malam yang kebaikannya melebihi seribu bulan. Sungguh bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan penuh keistimewaan. Dia dilebihkan atas bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan jihad, bulan perjuangan untuk meningkatkan iman, dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan menjalankannya.

Saudaraku,
ALLAH berfirman, “Bulan Ramdahna adalah bulan yang padanya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan menerangkan tentang petunjuk itu, serta pemisah antara yang haq dan yang batil.” (Q.S Al-Baqarah:185)

Saudaraku,
ayat ini menunjukkan kepada kita keistimewaan yang ada pada bulan ramadhan, yaitu pada bulan ramadhan itu Al-Qur’an diturunkan untuk memberi petunjuk pada kita tentang yang haq dan yang bathil sehingga menjadi petunjuk jalan bagi kita untuk mengarungi hidup ini. Jika Al-Qur’an tidak diturunkan tentu kita masih hidup dalam zaman yang penuh dengan kejahiliyahan. Pada bulan itu manusia diwajibkan berpuasa, menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu serta melatih kesabaran. Puasa yang kita lakukan hanya diniatkan untuk ALLAH, tidak ada yang mengetahui ibadah kita kecuali diri kita sendiri dan ALLAH. Pada malam harinya kita melakukan shalat sunnah tarawih atau qiyamullail. Setelah itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan kita kan mendapati suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Tidak semua manusia yang bertemu dengan Ramadhan akan menjumpai malam kebaikan itu. Ramadhan sungguh suatu bulan yang sangat kita nanti-nantikan, jangan lewatkan keistimewaannya karena bisa jadi Ramadhan kali ini kita tidak berjumpa dengannya.

Saudaraku,
banyak manusia yang tidak dapat menikmati keistimewaan bulan penuh maghfirah tersebut. Kita sering tidak mengerti betapa bulan tersebut merupakan bulan yang dinanti-nantikan Rasul dan para sahabat dengan suka cita serta linangan air mata. Mereka selalu mempersiapkan ramadhan sehingga Ramadhan senantiasa memberikan arti dalam setiap kehidupan mereka. Ramadhan senantiasa dapat meningkatkan kualitas diri mereka. Bulan itu benar-benar mereka jadikan sebagai bulan latihan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada ALLAH SWT.

Saudaraku,
pernahkah kita merindukan datangnya Ramadhan, pernahkah kita berlinangan air mata ketika kita masih diberikan ksempatan mendapati Ramadhan, pernahkah kita merasakan betapa indahnya Ramadhan sehingga kita senantiasa merasa harap dan cemas ketika detik-detik menelang Ramadhan? Pernahkah kita meras kehilangan ketika ramadhan meninggalkan kita? Pernahkah, Saudarku?

Saudaraku,
akankah usia kita sampai pada Ramadhan kali ini, akankah kita dapat menjiwai maknanya. Akankah kita dapati malam yang lebih baik dari seribu bulan itu? Kita tidak pernah tahu kapan kita akan mengakhiri hidup ini, oleh karena itu tidak ada seorang pun yang akankah kita akan berjumpa dengan ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Saudaraku,
tidak ada yang bisa menjamin kita akan berjumpa dengan Ramadhan tahun ini. Tidak ada yang bisa menjamin kalau kita akan bertemu dengan Ramadhan kita akan mendapatkan kemenangan dengannya. Siapakah gerangan manusia yang beruntung bisa bertemu dengan Ramadhan dan ia mendapat kemenangan. Ia akan kembali fitri setelah sebulan menjalankan latihan. Latihan meningkatkan iman. Berlatih merasakan bagaimana jika kita setiap hari selama setahun tidak mendapatkan makan dan minum seperti sering dijumpai pada orang-orang miskin.

Saudaraku,
bulan Ramadhan adalah bulan istimewa sehingga kedatangannya selalu dirindukan. Kehadirannya selalu ditunggu dengan harap dan cemas. Berbahagialh mereka yang berjumpa dengan Ramadhan, beruntunglah mereka yang dapat memanfaatkan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut untuk meningkatkan ibadahnya, ketaqwaannya dan melatih mengendalikan diri dari hawa nafsu yang pada bulan-bulan selain Ramadhan selalu membelenggunya.

Saudaraku,
kita harus mempersiapkan kedatangan bulan bahagia tersebut dengan suka cita dan harus kita sambut bulan barakah itu dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Kita harus mempersiapkan segala yang ada pada diri kita, agar ketika kita memasukinya kita benar-benar dalam keadaan siap menjalankan segala amaliah di bulan itu.

Saudaraku,
jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja!!! Untuk itu kita harus mempersiapkan segala perbekalan yang diperlukan. Ada beberapa bekal yang harus kita miliki, yaitu kita harus mempersiapakan ruhiyah, fisik yang kuat, ilmu dan kesiapan harta. Semoga kita termasuk orang yang beruntung dapat menjumpai Ramadhan dan mendapatkan kemuliaan dan kemenangan di bulan tersebut. Amiin.
Wallahu a’lam bish-showab.

(ana tulis kembali dari kertas yg diberikan seorang saudara beberapa tahun silam. Semoga bermanfaat!)

Mohon maaf atas salah dan khilaf kami selama ini. Marhaban yaa Ramadhan. Semoga Ramadhan kali ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Amin...

Wednesday, August 13, 2008

Episode Cinta II (AJARI ANAK-ANAK KITA CINTA)

AJARI ANAK-ANAK KITA CINTA


“Setiap pagi saya menyuruh anak saya untuk menyiram tanaman. Kalau terhadap tanaman saja ia mau memberi, saya berharap terhadap orang lain apalagi …”


Sebuah prolog yang membekas, yang disampaikan seorang Ustadz saat beliau memberikan kajian di sebuah kampus kecil itu masih saya ingat. Salah satu bukti cinta adalah pengorbanan, kita rela memberikan sesuatu yang kita miliki. Dan Ustadz telah mengajari cinta kepada anak-anaknya sejak mereka masih kecil. Ya! Cinta terhadap sesuatu di sekitarnya.

Cinta yang berkonotasi positif selalu beririsan dengan kebaikan. Ia yang disebut-sebut sebagai energi untuk melakukan kebaikan demi kebaikan. Cinta terhadap anak-anak menjadikan kita mengajarkan cinta kepada kebaikan sejak mereka masih kecil, bahkan sejak masih dalam kandungan. Dan percaya atau tidak, kebaikan yang kita ajarkan akan berbuah kebaikan pula. Bahkan kebaikan itu akan berlipat ganda. Itulah keajaiban cinta.

Saya jadi teringat akan dialog dengan sepupu kecil saya.
“Mbak, Rohma sudah selesai mengaji?” laporan sepupu saya yang masih kelas satu SD lewat telepon.
“O, ya? Sudah sampai juz berapa?”

“Juz 20, Mbak. 10 Juz lagi khatam. Rohmah udah khatam 2 kali, Mbak. Berarti sebentar lagi 3 kali, ya?”
“Siapa yang menyimak? Abi? Atau Ummi?” tanya saya.
“Nggak ada, Mbak. Mengaji sendiri.”

Subhanallah! Saya berdecak kagum dibuatnya. Saya tahu bacaan Al-Qur’annya sudah lancar, panjang pendek dan tajwidnya sudah betul. Bahkan dari kecil ia (juga) sudah dilatih mengucapkan huruf-huruf hijaiyah sesuai dengan makhrajnya. Maka tak heran, bila ia pun lebih gemar mengaji dan mendengarkan murratal daripada mendengarkan yang lain. Meskipun (tentu saja) ia juga masih bermain sebagaimana anak-anak seusianya. Itulah salah satu pelajaran cinta yang saya dapatkan. Bagaimana mengajari anak-anak cinta terhadap Al-Qur’an. Tentu saja orang tua harus bisa memberikan keteladanan yang baik. Begitu juga mengajari mereka ibadah keseharian, orang tua pun harus cinta menjadi ahli ibadah. Dan semuanya butuh ilmu. Butuh belajar dan latihan. Semua butuh pembuktiaan, sebelum kita mengajak anak-anak melakukannya.

Di kesempatan yang lain saya mendapat kabar dari Bulik, bahwa Rohma sekarang juga belajar menulis. Rupanya ia suka dengan salah satu buku yang saya beli dari Gramedia. Buku yang ditulis oleh Bella, pengarang cilik yang juga putri seorang penulis ternama.
“Semoga kelak jadi mujahidah bersenjata pena.” SMS saya pada Bulik, Ibu dari sepupu saya itu.
“Amiin. Ya MBet, ini dah dapat 3 buku kecil-kecil. Mau dibeli Abi katanya. Lumayan bisa buat beli kue atau dimasukkan celengan. He…”
Alhamdulillah!

Tak sia-sia saya membelikannya buku. Buku yang menginspirasinya untuk berimajinasi dan menulis. Namun itu hanya salah satu pemantik saja. Sebelumnya, orang tuanya telah mengajarinya tentang cinta. Kali ini tentang cinta membaca. Tanpa aktivitas itu mana mungkin seorang anak kecil (bahkan kita) berkeinginan untuk menulis.

“Katanya, tulisan Rohmah mau dibuat buku untuk dijual seribuan kepada teman-teman sekelasnya.”
Wuiih! Sudah sejauh itukah keinginan anak kelas satu SD itu? Saya hanya tersenyum mendengarnya. Bayangkan, jika orang tua kemudian tidak memberikan dukungan terhadap keinginannya! Yang terjadi (barangkali) adalah ide-ide kreatif sang anak kemudian akan terhenti. Dan kalau rencana sepupu saya itu benar-benar direalisasikan, maka ia pun telah mengajak temannya untuk belajar cinta. Cinta membaca dan bisa jadi juga cinta menulis.

Itu adalah sedikit dari pelajaran cinta yang saya dapatkan dari anak kecil. Begitu banyak nilai-nilai kebaikan dalam agama kita yang mestinya memang harus diinternalisasikan pada anak-anak kita sejak kecil. Namun sudah cukupkah kita punya cinta yang memadai terhadap segala kebaikan? Cinta yang kita ajarkan adalah cinta yang sudah harus kita miliki. Bukankah kita tak mungkin memberi apa yang tidak kita miliki?...

***

Wednesday, August 06, 2008

Episode Cinta I (Untuk Kebahagiaan yang Sederhana)

Untuk Kebahagiaan yang Sederhana

by: Fathimatul Azizah

Suatu hari ada gadis yang berkata, “Siapa bilang aku sedih? Aku kan selalu bahagia.”
Atau di saat yang lain ia bilang, ”Gak pa-pa. Yang penting, kan bahagia.”
Ya semoga.


Saya tak pernah menduga ada sahabat yang me-replay kata-kata itu. Bahkan, ia menuliskannya pada salah satu lembar buku saya. Sebentuk senyum pun mengembang. Saya berterimakasih dan tersanjung dengan perhatiannya. Ya! Ia hapal dengan kata-kata saya. Kata-kata yang seringkali saya ucapkan untuk menetralisir hati bila tiba-tiba kesedihan menghunjam dalam.

Betapa memiliki sahabat adalah anugerah terindah dalam hidup. Memiliki banyak sahabat memberikan inspirasi tiada bertepi. Inspirasi apa saja? Rasanya tak mungkin saya mampu menuliskan semua inspirasi dari sahabat dalam catatan kecil kali ini.
Suatu hari ada sahabat yang mengirim SMS:


Berakhlakul karimah cermin ahlul jannah…
Sekali melangkah pantang menyerah
sekali walimah harus sakinah mawaddah wa rahmah…
renungan ini mudah-mudahan bisa jadi inspirasi*.


SMS itu awalnya saya anggap sebagai sebuah guyonan. Namun, ketika kata demi kata saya baca kembali, sebentuk senyum pun mengembang. Ya! Ada harapan yang sama sekali bukan guyonan. Saya mampu menangkap ketulusannya.

Saya diajak untuk bermuhasabah; menyapa kabar keimanan hari ini. Ah, tak ada kalimat lain yang keluar kecuali kejujuran: saya bukan apa-apa. Saya masih begitu payah. Bahkan, akhlak saya sebagai muslimah masih sangat jauh dari standar ideal. Meski hari masih pahit, semoga di masa mendatang saya menemukan manisnya proses perbaikan diri.
Saya membuka kembali shirah jihadiyah.

Yang kau takutkan adalah yang kau inginkan, bukan?

Retoris –khas- Ustadz Hatta yang menyetir kata-kata Abdullah bi Rawahah dalam perang Mu’tah kembali terngiang. Saya menata hati untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik. Hmh... terlalu abstrak, ya? Kalau ketahuan teman SMA, pasti kena semprot lagi. Belum lama ini, ia bertanya,

”Baiti, dikau sedang sibuk apa?”
”Mempersiapkan masa depan untuk kehidupan yang lebih baik.”
”Ah, jawaban klise bersayap”

Saya jadi teringat dengan pertanyaan Mbak Izzatul Jannah dalam sebuah kajian di Nurul Huda pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, ”Ketika meninggal dunia, kau ingin dikenang sebagai apa?” Pertanyaan sederhana itu sengaja diberikan sebagai pemantik. Itulah landasan operasional untuk menentukan visi hidup seorang yang berkeinginan menjadi pejuang.

Saya tercenung ketika nama shahabiyah dipaparkan satu demi satu. Disusul kemudian nama para muslimah yang unggul di bidangnya dan turut menyebarkan harumnya Islam. Ayolah..begitu banyak pilihan terhampar! Jawablah dengan sebenar keyakinan. Sebab, itulah yang akan mewarna dalam lintasan pikiran kita.

”Jadi, ketika kau mati, kau ingin dikenang sebagai apa?”
hMh... Hmh... jawaban yang saya berikan masih terlalu general : saya ingin menjadi orang yang bukan hanya dicintai tetapi layak untuk dicintai. Artinya, saya tak ingin orang lain berprasangka baik terhadap saya, sedang keadaan saya tidaklah demikian. Jadi, masih butuh proses yang sangat panjang mempersiapkan masa depan untuk kehidupan yang lebih baik, di dunia dan akhirat.

Solo, 10 Juni 2008: menjelang Subuh

Tuesday, July 08, 2008

Walimatul 'Ursy Timur Tengah


Perahu dan Telaga Biru


Kenapa tak pernah kau tambatkan
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu
pelabuhan tenang yang mau menerima
kehadiran kapalmu!

Kalau dulu memang pernah ada
satu pelabuhan kecil, yang kemudian
harus kau lupakan,
mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau,
buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,
rumah dan pelabuhan hatimu.

(Syair dari Sahabat Pujangga baru)

Tuesday, July 01, 2008

Pesan untuk Para (Calon) Suami

Bismillahirrahmanirrahim

ilaa:
Akhuna Febra-Nikah 6 Juli 2008 (Yogya)
• Akhuna Doedy Hidayat-Nikah 6 Juli 2008 (UGM)
• Akhuna Wasono (UNDIP)
• Akhuna Tamrin Kurniawan (UNS)
• Akhuna Joko (UGM)


Bila ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang penuh dengan rasa sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia itu adalah rumah tangga yang hancur, suami istri saling menyalahkan, curiga, tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah dan rahmah.

Saya awali pesan ini dengan menggambarkan kedua hal di atas. Dengan menikah Anda tidak saja mendapatkan seorang istri, tetapi Anda mendapatkan seluruh dunia. Sebagaimana kita ingat Rasul bersabda bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah. Yang akan menjadikan rumah kita bak surga, baiti jannati. Sejak pernikahan ini, mulai saat ini sampai akhir hayat Anda insya Allah, istri Anda akan menjadi mitra, patner dan sabahat terbaik. Dengan dialah, Anda berbagi berbagai kejadian, melewatkan hari dan tahun bersama. Dengannya lah Anda berbagi suka, duka, impian, harapan dan juga kecemasan. Ketika Anda sakit, dialah yang akan merawat, ketika Anda memerlukan pertolongan dia akan mengupayakan semua yang dia bisa lakukan bagimu. Ketika Anda berbagi rahasia padanya, dia akan menjaga rahasia itu dengan amanah; ketika Anda perlu nasehat, dia akan memberikan nasehat yang terbaik. Dan dia akan selalu bersamamu.

Ketika terbangun di pagi hari, yang pertama mata Anda lihat adalah dia. Dia akan selalu bersamamu, dan jika pada suatu waktu dia tidak ada di sisimu, maka secara emosi dia ada bersamamu. Dia memikirkan, berdoa untuk kebaikanmu dengan sepenuh hati, dan Anda ada dalam pikiran, doa dan hatinya. Ketika Anda tidur di malam hari, terakhir yang Anda lihat adalah dia; dan ketika Anda bermimpi, anda akan melihatnya dalam mimpimu. Kamulah dunianya dan dialah duniamu.

***

Hubungan antara seorang suami istri merupakan hubungan yang sangat penuh dengan hal yang mengagumkan. Tidak mudah digambarkan dengan kata-kata, betapa rasa cinta, kasih sayang, keintiman, kedamaian serta kesejukan yang ada mengisi hati kedua pasangan manusia. Penjelasan rasional adalah bahwa semua inilah anugerah dari Allah, dan semua itulah kehendak Allah. Dengan semua kuasa dan kehendakNya, Dialah yang menciptakan dan membuat perasaan ini hadir di hati pasangan suami istri.

Allah mengingatkan kepada manusia yang mencari keberadaanNya bahwa salah satu tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menjadikan rasa kasih dan sayang. Allah berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". (QS. 30:21)

Tetapi hati manusia bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sangat dinamis. Perasaan dapat berubah setiap waktu. Dan cinta pun dapat terbang dan hilang. Ikatan pernikahan pun bisa menjadi lemah bila tidak dijaga dengan baik dan kebahagian di dalam rumah tangga pun tidak bisa dijamin akan berlangsung terus. Perlu usaha dari kedua belah pihak suami istri untuk saling menjaga keberlangsungan cinta dan kasih mereka. Ibarat sebuah pohon, tanahnya perlu dirawat, dijaga dan dipupuk.

***

Thursday, June 19, 2008

Bila Wanita Tak Pintar Masak

“Sudah mau nikah kok nggak bisa masak,” ledek seorang kakak lelaki kepada adik perempuannya. Si adik yang memang merasa tidak pintar memasak pun tersenyum seraya menjawab, “Ah, ntar juga bisa!”

Memang, sepertinya sudah menjadi kesepakatan umum kalau wanita selayaknya harus bisa masak. Pendapat ini bisa dimaklumi karena salah satu tugas utama wanita setelah menikah adalah memasakkan atau menyajikan makanan untuk keluarganya.
Akan repot tentunya, jika sang ibu tidak pintar masak. Masak nasi saja sering gosong, masak sayur pun keasinan! Kalau terus-terusan begini, suami bisa hobi jajan di luar. Sedih kan, kalau sudah capek-capek masak, eh suami tidak selera makan?

Hal itu tidak boleh dibiarkan berlangsung lama. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar suami bisa segera menikmati masakan Anda:

TERUSLAH BERLATIH

Ada pepatah mengatakan, sesungguhnya bisa itu karena biasa. Begitu pula dengan memasak. Jika sejak kecil atau masih gadis seorang wanita rajin membantu ibunya di dapur, insyaallah ia akan lebih mengetahui urusan dapur alias masak-memasak.

Kalau sampai menikah ternyata masih belum pintar masak, maka banyak-banyaklah berlatih untuk memasak menu harian. Menanak nasi pun perlu berlatih, agar tidak gosong atau kurang air (mlethis-Jawa). Demikian juga masak sayur, agar bisa pas di lidah, maka Anda harus belajar mengenal dan meracik bumbu untuk berbagai macam sayur.

Jangan malu untuk banyak bertanya pada orang yang lebih tahu urusan masak. Misalnya ibu, kakak, tetangga, tukang sayur, atau siapa saja. Bertanyalah tentang berbagai resep sederhana pada mereka. Bisa pula Anda mempraktikkan resep masakan yang ada dalam buku atau majalah. Mulailah dari resep yang bahan dan cara membuatnya paling sederhana.

BUANG RASA MALAS

Adakalanya seorang wanita tidak pintar masak karena berawal dari rasa malas. “Mending jajan, beli ‘matengan’, tidak perlu repot-repot.” Memang beli ‘matengan’ adalah cara yang praktis. Tapi kalau begitu terus setiap hari, apakah tidak boros? Kalau masih berdua mungkin belum begitu terasa. Bagaimana kalau anak sudah empat atau lima? Apa iya, masih mau jajan terus?

Memang, untuk memasak kita perlu repot sedikit. Mempersiapkan segala sesuatunya, dari perapian, peralatan sampai bahan, dan nanti kalau sudah selesai harus membersihkan atau membereskan semuanya. Melelahkan, memang. Tapi begitulah tugas ibu rumah tangga. Namun, kelelahan itu akan segera berganti kebanggaan dan kebahagiaan, tatkala seorang ibu melihat suami dan anak-anaknya menyantap masakannya dengan lahap.

Untuk yang belum pintar masak, jangan malas untuk terus berlatih. Setelah terbiasa, nanti akan terbukti bahwa memasak itu bukanlah hal yang sulit.

NIATKAN UNTUK IBADAH

Bukankah Rasulullah bersabda bahwa jihad seorang wanita adalah di rumahnya? Mengurus rumah tangga, termasuk mengasuh anak dan memasak adalah ladang jihad bagi wanita. Semua tidak akan sia-sia bila dilakukan dengan ikhlas. Jika diniatkan untuk ibadah, insyaallah segala rasa lelah yang kita rasakan akan berbuah pahala.

MASAK BERSAMA

Kadang, seorang suami malah lebih pintar memasak daripada istrinya. Karena itu sekali-sekali perlu diadakan acara "masak bersama". Selain untuk menambah keharmonisan, kegiatan ini juga bisa dijadikan sarana untuk menularkan kepandaian memasak sang suami pada istrinya.

Jika suami tidak pintar masak pun, kegiatan masak bersama tetap asyik dilakukan, karena di situ keduanya akan sama-sama belajar. Walaupun memasak adalah tugas seorang istri, tapi tak ada salahnya bila suami juga belajar masak. Jadi, jika kelak istri sedang berhalangan, misalnya sakit atau melahirkan, sang suami bisa menggantikan posisi sebagai koki rumah tangga untuk sementara.

JANGAN ASAL ENAK

Satu lagi yang perlu diperhatikan oleh para ibu dalam hal masak-memasak. Seringkali untuk "mengakali" rasa yang kurang mantap, ibu kemudian membubuhkan penyedap rasa yang banyak dalam masakan. Padahal, sebagaimana kita ketahui, penyedap rasa kimia (MSG) adalah salah satu zat karsinogenik atau pemicu kanker. Karena itu, kalau bisa sebaiknya dihindari atau diminimalkan penggunaannya.

Demikian juga makanan-makanan instan yang banyak mengandung penyedap rasa, misalnya mi instan, sebaiknya tidak terlalu sering dijadikan menu harian. Produk-produk instan, selain mengandung MSG, kadang juga mengandung zat pengawet dan pewarna, yang juga bersifat karsinogenik.

Tanpa MSG pun, masakan bisa tetap enak, asal bumbunya proporsional. Masak sup atau soto misalnya, tanpa MSG bisa tetap enak dengan menggunakan kaldu asli yang sudah dimasak/dipanaskan cukup lama. Untuk "memantapkan" rasa, bisa dibubuhkan sedikit gula pasir sebelum masakan dihidangkan.

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan masak-memasak. Masih belum pintar masak? Tak ada kata terlambat untuk terus berlatih.

Sumber: http://majalah-nikah.com


Tuesday, June 17, 2008

Antara GusDur dan Yahudi (Edited)

Postingan ini mucul karena adanya comment dari postingan sebelumnya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam..

Hamas Kecam Rencana Gus Dur Menghadiri Perayaan 60 Tahun Israel

Rabu, 23 April 2008

Daripada merayakan penjajahan Israel terhadap Palestina, lebih baik menjenguk dan membantu 1,5 juta rakyat Palestina di Gaza yang sedang kelaparan dan krisis bahan bakar, karena diblokade Israel. Demikian pendapat Dr Musa Abu Marzuk, Wakil Kepala Biro Politik Hamas dalam Wawancara Khusus dengan Hidayatullah.com.

ImageHidayatullah.com--Rencana mantan Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid untuk menghadiri perayaan 60 tahun berdirinya negara Zionis Israel, bulan Mei mendatang, dikritik oleh tokoh pejuang kemerdekaan Palestina, Dr Musa Abu Marzuq.

Ditemui oleh Hidayatullah.com di kantornya di Damaskus beberapa jam yang lalu, Abu Marzuq, yang menjabat Wakil Kepala Biro Politik Hamas (Gerakan Perlawanan Islam untuk Kemerdekaan Palestina) menyebut rencana itu, "sungguh-sungguh memalukan."

Menurut Abu Marzuq, merayakan 60 tahun berdirinya Zionis Israel sama halnya merayakan pembantaian, pengusiran, perusakan kebun-kebun dan penjajahan atas rakyat Palestina dan Masjidil Aqsa.

"Bagaimana mungkin seorang Muslim seperti Abdurrahman Wahid tega ikut serta merayakan kezaliman atas saudara-saudara Muslimnya sendiri?" tukasnya.

Menurut Abu Marzuq, kalau Presiden AS George Bush menghadiri perayaan seperti itu, dirinya masih bisa memahami, tapi kalau seorang bekas presiden dari sebuah bangsa Muslim terbesar di dunia yang melakukannya, "sungguh memalukan."

Dr Musa menyarankan kepada tokoh-tokoh Indonesia untuk datang sendiri melihat keadaan saudara-saudaranya di Gaza.

"Sudah berbulan-bulan, 1,5 juta saudara-saudara Anda, terutama anak-anak, saat ini hidup tanpa bahan bakar, tanpa obat-obatan dan makanan yang sangat terbatas karena diblokade oleh Zionis Israel," jelasnya.

Namun, Abu Marzuq mengingatkan, bahwa Israel tidak mungkin memberikan izin kepada siapapun untuk menyaksikan kekejaman mereka atas para penduduk Gaza.

"Minggu lalu, bekas (Presiden AS Jimmy) Carter juga dilarang Israel masuk ke Gaza," katanya.

Karena masuk ke Gaza tidak mungkin, saat ini, ia menyarankan para tokoh Muslim Indonesia agar mengunjungi para pengungsi Palestina di Yordania, Mesir dan Suria. "Ada 6 juta saudara-saudara Anda bangsa Palestina yang sekarang diusir oleh Zionis Israel dan terpaksa hidup di pengungsian," katanya.

Menanggapi langkah-langkah pemerintah Otoritas Palestina di bawah Mahmud Abbas yang menambah terus jumlah "duta besar" Palestina di berbagai negara, Abu Marzuq mengatakan, bahwa dirinya tak merasa ada masalah dengan itu.

Sejak sepuluh tahun silam, sudah lebih dari seratus negara yang memiliki duta besar atau perwakilan PLO. "Yang terpenting," kata Abu Marzuq, "para duta besar itu bekerja untuk kepentingan kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa Palestina. Jangan sampai mereka memperkeruh suasana dengan menjelek-jelekkan kelompok tertentu yang mengakibatkan lemahnya persatuan bangsa Palestina."

Ketika berkunjung ke Indonesia beberapa bulan silam, Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas di depan tokoh-tokoh Indonesia menyebut Hamas sebagai "kriminal". Namun Abu Marzuq enggan menanggapi pernyataan-pernyataan yang bernada kampanye hitam itu.

Menurutnya, apapun yang dikatakan oleh Mahmud Abbas tentang Hamas, tidak akan banyak pengaruhnya bagi kepentingan Palestina.

"Sebab dunia sudah bisa menyaksikan," ujarnya, "siapa yang benar-benar bekerja untuk kemerdekaan Palestina, dan siapa yang hanya bikin masalah."

Menurut Abu Marzuq, saat ini ada upaya keras untuk membangun citra, seakan-akan Gaza di bawah Hamas adalah Korea Utara yang kacau-balau dan pemerintahnya salah urus. Sedangkan Tepi Barat adalah Korea Selatan yang modern dan kaya raya.

"Tapi kami ingin menyampaikan, bahwa prioritas pekerjaan kami adalah rekonsiliasi rakyat Palestina, keselamatan mereka dan dikembalikannya hak-hak mereka di manapun mereka berada," kata Abu Marzuq.

Sejauh ini Mahmud Abbas telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Zionis Israel Ehud Olmert sebanyak 51 kali. "Hasilnya bukan saja nol, malah semakin buruk," simpul Abu Marzuq.

Dr Musa Abu Marzuq lahir di Gaza tahun 1951. Setelah menyelesaikan kesarjanaan tekniknya di Universitas Ayn Syams, Kairo ia bekerja di bidang industri di Uni Emirat sampai tahun 1981. Sepuluh tahun kemudian ia menyelesaikan studi S-3 di Amerika Serikat.

Di Biro Politik Hamas (Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah), Abu Marzuq adalah wakil dari Khalid Misy'al yang pernah diwawancarai majalah Suara Hidayatullah, edisi September 2006.[Dzikrullah, Khadijah, dan Kaisya Fatina (fotojurnalis) dari Damaskus/www.hidayatullah.com]

****


Monday, June 09, 2008

Di Mana Habib Rizieq dan Abdurrahman Wahid Sebelum Kasus Monas


Apa yang dilakukan Habib Rizieq dan Abdurrahman Wahid beberapa hari sebelum pecahnya bentrokkan di Monas, Ahad, 1 Juni 2008, bisa dijadikan cerminan siapa yang berjuang membela agama Allah SWT ini dan mana yang malah berada di sisi musuh Allah SWT? Inilah faktanya:

Habib Muhammad Rizieq Syihab

Sejak pertengahan Mei 2008, Habib Rizieq memiliki kesibukan tersendiri dengan pengacara Indra Sahnun Lubis, SH, sahabatnya. Keduanya bukan tengah mengurus masalah hukum, namun tengah mempersiapkan seorang selebritis yang mau kembali ke Islam.
Kepada sang artis, Habib berkali-kali menanyakan apakah dirinya memang sungguh-sungguh ingin kembali ke Islam, bukan dengan paksaan atau ada motivasi lain selain hidayah dari Alah SWT. Sang artis, bernama Steve Emmnauel, berkali-kali pula menyatakan keseriusannya dan menegaskan jika keinginannya itu keluar dari hati nuraninya sendiri. Bukan paksaan siapa pun.

Akhirnya, pada hari Sabtu, 24 Mei 2008, didampingi oleh Pengacara Indra Sahnun Lubis, Steve Emmanuel mengucapkan dua kalimah syahadat di depan Habib Rizieq, puluhan anggota FPI, dan para wartawan. Setelah bersyahadat, Steve memilih nama baru “Yusuf Iman”.Menurutnya, nama tersebut dipilih Steve alias Yusuf Iman karena terinspirasi oleh Cat Steven, seorang penyanyi ternama Inggris yang kembali ke Islam dan mengubah namanya menjadi Yusuf Islam.

"Alhamdulillah, saya senang, bahagia, merasa excited. Sebentar lagi mau bulan puasa, mungkin ini jadi awal yang baik untuk saya, " ujar Yusuf Iman usai resmi mengucap dua kalimah syahadat. Kini Yusuf Iman mengisi hari demi hari dengan mendalami Islam bersama seorang Ustadz yang ditunjuk untuk membinanya.

Abdurrahman Wahid
Awal Mei 2008, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika serikat memenuhi undangan Simon Wiesenthal Center (SWC), sebuah LSM Zionis garda terdepan di AS. SWC akan menganugerahkan Medal of Valor, Medali Keberanian, buat Durahman yang dianggap sangat berani membela kepentingan Zionis di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar dunia bernama Indonesia.

Dalam konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta, sebelum keberangkatannya, Durahman menyatakan bahwa kepergiannya ke AS selain untuk menerima penghargaan tersebut juga akan merayakan seklaigus mengucapkan selamat atas kemerdekaan negara Israel ke-60. Durahman bukannya tidak tahu jika kemerdekaan Israel merupakan awal dimulainya teror, pembunuhan, pemerkosaan,
pengusiran yang dilakukan teroris Zionis Yahudi terhadap ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina yang sampai detik ini masih jutaan jumlahnya yang menjadi pengungsi di negeri-negeri sekitar tanah airnya. Tapi Durahman telah memilih posisi sebagai sekutu Zionis-Israel, bukan Palestina.

Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.

Sebagai tuan rumah adalah Rabbi Mervin Hier (Pendiri SWC dan Rabbi paling berpengaruh di AS 2007-2008), yang dengan tangannya sendiri mengalungkan medali tersebut ke leher Durahman. Durahman sendiri, sambil terus duduk di kursi rodanya, tersenyum dan mencium dengan penuh takzim medali tersebut. Inilah seorang manusia yang bernama Abdurrahman Wahid, tokoh sentral dalam AKKBB.

Sudah sedemikian jelas sekarang, siapa yang memperjuangkan Islam dan siapa yang memilih bersekutu dengan musuh-musuh Allah SWT. Masihkan Anda ragu mengambil posisi dalam perjuangan ini? (rz)
http://www.eramuslim.com/berita/nas/8608144348--mana-habib-rizieq-dan-abdurrahman-wahid-sebelum-kasus-monas.htm

Tuesday, June 03, 2008

Sebuah Permintaan Air Mata

Di kehidupan ini manusia tidak luput dari salah dan dosa. Hal yang sangat menyakitkan jika ada seseorang tersakiti hati oleh kita secara sengaja maupun tidak sengaja baik perkataan, sikap maupun tingkah laku.



Mohon maaf serta ikhlaskan jika ada salah dan khilaf dariku kepada saudara-saudariku yang tersakiti hatinya karena aku. Perkataan atau sms yang kurang berkenan. Kurang optimal atas amanah-amanah yang saya emban. Tak bisa balas sms ataupun balasan sms yang telat. Tidak menyempatkan silaturrahim ke rumah. Tak bisa atau tidak menyempatkan berkunjung atau komentar ke blog saudara/I atau tag/pr dari saudara/i. dan sebagainya yang tidak bisa saya sebutkan di sini. Sebuah permintaan air mata dariku.

Hati ini tidak sebening kaca silica. Hentakan nafas carbonmonooksida saat berbicara denganmu. Hujan asam sulfide kepedihan yang aku curahkan. Racun hati uranium yang aku sebarkan. Hati alkali yang tidak stabil karena tetesan air matamu. Tergores tinta carbon di dalam hatimu berlandaskan aurum (emas). Selalu mengharap tetesan pipet maaf perlahan tapi pasti dan di dalam buret hatimu. Sambung platina eratkan silaturrahim, sekuat baja, seindah diamond dan semanis fruktosa. Berikatan hati dua sejoli halogen sebagai sahabat dan kebersamaan ikatan hidrogen. Sebuah permintaan air mata maaf kesejukan sebening molekul air embun kehidupan.

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun (QS.2:263).

****



Thursday, May 22, 2008

13 Sifat Perempuan yang Tidak Disukai Laki-laki

(Kado untuk Saudaraku >> Bang Cuprit and Kang Narse/o)


dakwatuna.com -
Sehingga tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.

Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:

Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”

Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.

Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”

Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.

Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”

Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.

Keempat, perempuan pemalas “muhmalah”

Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.

Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”

Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat,tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.

Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”

Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, setiap yang keluar dari lisannya kebohongan semata, tiada yang benar, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.

Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”

Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…

Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya

Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.

Kesembilan, perempuan yang sok iri dengan perempuan lainnya.

Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”

Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”

Tipe perempuan ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki Sangay terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Laki-laki menjadi tersibukkan dengan sikap cengengnya.

Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”

Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.

Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”

Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau dari anak-anaknya, baik dalam urusan pribadinya atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!


Ketika Laki-Laki Memilih

Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, dan hasilnya sebagai berikut:




Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar,

“Saya sepakat dengan hasil survai itu. Sifat-sifat di atas menjadikan para suami lari dari istri-istri mereka, terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, terhimpit dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat, di mana membutuhkan ketenangan, kejernihan pikiran di rumah.

Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya dalam pembicaraan dalam segala hal, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.

Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga, anak-anaknya, sedangkan ia tersibukkan dengan ocehan dan omongan dengan para tetangga dan teman?!.

Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, seorang insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar,

“Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun juga suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!

Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari didikan semenjak kecilnya, ia tumbuh dalam kondisi dendam terhadap suaminya nanti, dan membebani suaminya di luar kemampuannya. Al hamdulillah saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.

Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:

“Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau pusat study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama yang lain tidak saling bertentangan…”

Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, seorang mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:

“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Akan tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, di mana anak-anak akan meniru dirinya!!.

Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:

“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”

“Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi kerusakan.

Sebagaimana juga tidak ada seorang istri yang “sempurna”, ada cara penilaian dan cara pandang berbeda antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum untuk memilih, di mana tidak ada perbedaan satu dengan yang lainnya, seperti pembohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”

Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri, calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga mereka mampu bermuasyarah atau bermuamalat dengan mereka dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt berfirman:

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19

Dan karena perempuan “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya harus bersinergi untuk mewujudkannya dalam pengembaraan di dunia ini. Allahu a’lam

http://www.dakwatuna.com/2008/13-sifat-perempuan-yang-tidak-disukai-laki-laki/



Thursday, May 15, 2008

IBRAH

Allah menyuruh Nabi Musa as mengikuti petunjuk-Nya, tersirat di dalamnya sebuah pesan abadi, pelajaran yang mahal dan kesan yang mendalam: “Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang teguh kepada perintah-perintahnya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasiq”.(QS. Al-A’raaf (7):145)

Demikian juga perintah-Nya terhadap Yahya, dalam surat Maryam ayat 12: “Hudzil kitaab bi quwwah” (Ambil kitab ini dengan quwwah). Yahya juga diperintahkan oleh Allah untuk mengemban amanah-Nya dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan). Jiddiyah ini juga nampak pada diri Ulul Azmi (lima orang Nabi yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad yang dianggap memiliki azam terkuat).
Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.

Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita : “Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian”.

Hendaknya kita melihat bagaimana kisah kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Usia mereka hanya sekitar 60-an tahun. Satu rentang usia yang tidak terlalu panjang, namun sejarah mereka seakan tidak pernah habis-habisnya dikaji dari berbagai segi dan sudut pandang. Misalnya dari segi strategi militernya, dari visi kenegarawanannya, dari segi sosok kebapakannya dan lain sebagainya.

Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Seperti digambarkan dalam QS. 11:120, orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: “Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi”. Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya.

Wallahu a'lam bish showab...




Wednesday, April 30, 2008

BEGITU INDAH

Begitu banyak kejenuhan akhir-akhir ini maka perlu ada suatu penyegaran untuk memulai aktivitas. Kejenuhan karena patahnya hati semangat, tugas yang belum selesai, membangun sesuatu yang direncanakan (?), pekerjaan yang belum selesai, kerjaan yang belum dikerjakan dan banyaknya hal yang dituntut.

Sungguh menyenangkan jika tiap pekan (rutin) dapat membagi keluh kesah dengan alam atau hal yang lain untuk menghilangkan kejenuhan. Alam yang berupa corak warnanya menyuguhkan suatu keindahan dan ketenangan.

Alam yang ada di SurgaNya tentunya lebih indah daripada alam yang di dunia ini. Begitu indah ciptaannya di dalam SurgaNya.




“Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu". (QS. 35:35).

***

Dapat sebagai referensi jika kita refreshing yaitu menikmati alam dapat juga sembari nikmatnya makan sendirian bersama, memancing (di danau, laut atau telaga), berpetualang (di gunung atau bukit). Sungguh nikmatnya dari Mu..



(Pengambilan foto di Gunung Lawu..Wuih indahnya dan sejuk lagi =P~ )










(Pengambilan gambar di Waduk KedungOmbo, Sragentina)
/"Mancing yuk...umpannya cacing fo
sfor, yuhuuu...lumayan dapat paus dan hiu ikan kecil-kecil...
Sapa ya ingin gorengkan saya..
hehehe..








(Pengambilan gambar di Waduk KedungOm
bo, Sragentina)
/"Saatnya makan siang.... :)
Membuat hati menjadi damai nan sejahtera..






(Pengambilan gambar di Waduk KedungOmbo, Sragentina)
/"SunSet-nya begitu indah gak kalah dengan di Danau Toba ... hehehe...yuhuuu














___

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. (QS. 15:19).

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. (QS.35:12).

Wallahu a’lam bish showab...



Tuesday, April 22, 2008

Hasbunalloh wa ni’mal wakil


Manusia yang lemah dan terbatas ini mau tidak mau harus berhubungan dengan Kekuatan Maha Besar yang semestinya meminta pertolongan dariNya, ketika beban yang ditanggungnya melampaui kekuatan-kekuatannya yang terbatas, ketika merasa keberatan untuk menanggung beban, ketika jalan terasa begitu panjang sementara cita-citanya semakin menjauh dalam umurnya yang terbatas dan ketika langkah-langkah semakin berat untuk melangkah mencapai tujuan.

....."Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". (QS. Ali ‘Imran:173).



Tatkala Nabi Ibrahim diletakkan di manjaniq, Jibril bertanya kepadanya. “Apakah engkau butuh kepadaku?” Ibrahim menjawab, “Kalau kepadmu (aku) tidak (butuh), tapi kalau kapada Alloh, ya”. Hasbunalloh wa ni’mal wakil, diucapkan oleh Ibrahim tatkala dilemparkan ke dalam api, sehingga api itu tiba-tiba menjadi dingin dan tidak menghancurkan Ibrahim.

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali ‘Imran:165)”. Hasbunalloh wa ni’mal wakil, diucapkan oleh Rasululloh s.a.w saat perang Uhud, kemudian Alloh pun menolong mereka.

Seorang itu akan selalu berada di antara sesat dan benar “..maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS. Asy Syams:8)”. Bahkan dalam satu waktu seorang bisa dalam keduanya. Ketika seorang hamba bersyukur, taat kepada Alloh dan membuatnya Ridho, maka Alloh akan menurunkan pertolongan-Nya. Sebaliknya jika seorang hamba menyekutukan-Nya, menentang-Nya dan mendurhakai-Nya maka Alloh akan murka dan membiarkan kita dalam kegelapan. “Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong. bagi mereka selain dari Allah (QS. Nuh:71)”.

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah:153)”. Oleh karena itu, setiap kali dalam kepayahan Rasululloh s.a.w senantiasa berseru, “Istirahatlah kami dengan shalat wahai Bilal!”. Dan beliau pun banyak-banyak mengerjakan shalat jika tengah menghadapi suatu masalah agar beliau semakin bertemu Alloh. Dari ‘Abudullah bin Mas’ud ra, ia menuturkan, “Aku menyaksikan Rasululloh s.a.w tengah menceritakan seorang nabi yang dipukuli kaumya hingga berdarah-darah, nabi itu membersihkan darahnya dari mukanyaa sembari berdoa, “Ya Alloh, ampunilah kaumku, sebab mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tatkala waktu berjalan lama dan keletihan sudah sampai puncaknya, adakalanya kesabaran pun melemah atau bahkan hilang sama sekali. Karena itu Alloh menambahkan shalat kepada kesabaran, sebab dialah penolong yang tidak pernah jenuh dan bekal yang tidak pernah habis. Sabar adalah penolong yang memperbaharui energi dan bekal yang menguatkan hati sehingga tali kesabaran pun semakin panjang dan tidak terputus. Kemudian menguatkan ridha, keceriaan, ketenangan, kepercayaan diri dan keyakinan.

Menyerahkan semua perkara kepada Alloh, bertawakal kepadaNya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janjinya, ridha dengan apa yang dilakukanNya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolonganNya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat yang paling mulia dari seorang mukmin.

Wallahu a’lam bish showab...

Rujukan:

Al-Qarni, ‘Aidh, DR. 2005. Laa Tahzan-Jangan Bersedih. Cetakan kedelapanbelas. Qisthi Press: Jakarta Timur.

Quthb, Sayyid. 2007. Fikih Pergerakan-Aku Wariskan Untuk Kalian. Cetakan Pertama. Uswah: Yogyakarta.


Thursday, April 10, 2008

TIDAK SEKEDAR NAMA

Persaudaraan yang kuat di dalam komunitas atau jaringan akan terwujud manakala suatu individu-individu di dalam komunitas itu mengedepankan visi dan misi bersama dengan meninggalkan sebuah egoisme perorangan atau perkelompok. Suatu hal yang sangat mendasar dalam komunitas adalah suatu komunikasi karena dengan adanya interaksi-interaksi sosial maka secara otomatis rasa individualisme itu akan runtuh sendirinya. Ditambah dengan adanya variasi individu yang ada di dalamnya yang mempunyai berbagai macam potensi. Suatu harapan yang bagus tentunya karena akan melahirkan beberapa langkah-langkah strategis di dalam program-programnya dengan ditunjang dengan komponen-komponen yang lain (waktu, dana, SDM, dll).


Suatu awal yang berat tentunya adalah bagaimana membangun komunitas itu sendiri. Berawal dari satu orang mungkin atau dua orang atau tiga orang yang mempunyai satu pemahaman, satu konsep dan satu tujuan. Kemudian orang satu mengkomunikasikan dengan orang yang lain atau kelompok yang lain dan seterusnya sehingga menghasilkan suatu komunitas yang sudah matang (setengah matang). Sesuatu yang dikumpulkan dan diikat serta dipadukan maka ia akan menjadi sesuatu kekuatan yang baru dengan daya guna yang baru pula. Ambil contoh pasir atau batu, jika mereka berkumpul dipadukan dengan tentunya punya kekuatan dan manfaat tertentu yaitu dapat sebagai beton, tembok, pengeras jalan, gedung-gedung, taman yang indah, dsb. Jika egoisme masih tertanam dalam diri, jika masih berserakan, jika masih dalam kesendirian dan jika tidak ada komunikasi maka komunitas itu hanyalah sebuah nama, nama dan nama.

Komunitas itu tidak akan terjadi manakala pioner-pioner itu mengorbankan jiwa dan hartanya demi komunitas itu terbentuk dengan tujuan yang telah ditetapkan. Perjuangan yang berat bagi pioner-pioner itu mengepakkan dan melebarkan sayap untuk dapat merangkul tangan-tangan yang lain serta menjaga supaya kepakan itu tidak terlepas dan sayap-sayap tidak mudah patah. Dan faktor yang lain adalah kelanjutan dari didukungnya pioner oleh pihak yang dirangkul untuk mengorbankan jiwa dan hartanya serta menjaganya pula sehingga menjadi komunitas yang padu. Jika pihak-pihak yang di dalam komunitas tidak komitmen dalam menjadi menjaga kebersamaan maka komunitas itu hanyalah sebuah nama, nama dan nama.


Komunitas akan lebih hidup ketika langkah-langkah strategis untuk mencapai visi dan misi yang tertuang di dalam program-program telah disepakati dan ditetapkan. Perencanaan yang lebih matang sangat diperlukan guna untuk melangkah dengan pasti dan dapat produktif di dalam pelaksanaan kedepannya. Pelaksanaan yang efisien dan efektif sangat diharapkan guna untuk membantu visi dan misi itu terwujud. Peran leadership dalam mengambil keputusan dan manajemen kontrol oleh pihak yang terkait sangat membantu pelaksanaan tersebut. Suatu yang tidak mengapa jika pelaksanaan itu ada sedikit atau banyak kekurangan sehingga kekurangan itu dapat ditutup dan dihilangkan dengan mengambil hikmah yang baik itu. Jika pihak-pihak yang di dalam komunitas tidak komitmen dalam menjalankan faktor manajemen itu maka komunitas itu hanyalah sebuah nama, nama dan nama.


Komunitas tidak akan hancur ketika dihuni orang-orang yang selalu berkomitmen untuk selalu berjuang (militansi), beriltizam, sabar dan ikhlas serta orang-orang yang cerdas yang menutupi kekurangan dengan keuntungan bukanlah orang-orang yang bodoh yang malah melipatgandakan suatu permasalahan. Sebagai hikmah adalah ketika Rasulullah s.a.w diusir dari Makkah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah dan kemudian berhasil membangun sebuah negara (tidak sekedar komunitas) yang sangat akrab di telinga dan di mata sejarah (Masyarakat Madani)...

wallahu a'lam.

***Rehat***

Dr. ‘Aidh Al-Qarni berkata di dalam buku Laa Tahzan:

"Ketika tertimpa musibah, Anda harus melihat sisi yang paling terang darinya. Ketika seseorang memberikan Anda segelas air lemon maka Anda perlu menambah sesendok gula ke dalamnya. Ketika mendapat hadiah dari ular maka ambil kulitnya yang mahal dan tinggalkanlah bagian tubuhnya yang lain. Ketika disengat kalajengking, ketahuilah bahwa sengatan itu sebenarnya memberikan kekebalan pada tubuh Anda dari bahaya bisa ular. Kendalikan diri Anda dalam berbagai kesulitan yang Anda hadapi!. Dengan begitu, Anda akan dapat mempersembahkan bunga mawar dan melati yang harum. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu (QS.Al-Baqarah:216)."

Saturday, April 05, 2008

SEMUDAH ITU KAH??...TIDAK SEMUDAH ITU...

Untuk kesekian kalinya hal ini dirasakan. Begitu menyakitkan sekali jika hubungan silaturahim ini terputus, ya sangat menyakitkan sekali.

Hati ini seperti tersayat-teriris karena emosi yang terpendam serasa meledak-ledak disertai air mata tak tertahankan lagi yang masih membekas.

Semudahnya memutuskan hubungan silaturahim seperti memutuskan tali dengan pisau yang panas.
Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan*, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.(QS.13:21) (*) Yaitu mengadakan hubungan silaturahim dan tali persaudaraan.

Sabda Nabi Muhammad SAW di dalam riwayat Hadist Bukhari-Muslim: "Tidak akan masuk surga bagi orang-orang yang memutuskan silaturahim".

Saya yakin mereka melakukan ini untuk kebaikan. Karena tidak menyukai atas perbuatan dan tentunya mereka mencintai karenaNya. Hal yang tidak diterima dengan sepenuh hati tapi harus diterima dengan hati yang lapang. Tapi mengapa dengan jalan keluar seperti ini??. Padahal Alloh adalah Maha Pengampun hambaNya.


Tidak diberi kesempatan dan keadilan itu

Bolehkah menangis Ya Rabb?

Menangis akan ujianMu yang penuh warna

Menangis akan hikmahMu yang Agung

Ya Rabb basuhlah luka ini dengan kelembutanMu

Ya Rabb berikanlah kemudahan untuk menata hati yang hancur

Ya Rabb berikanlah yang terbaik untuk hambamu ini

Hasbunalloh wa ni’mal wakil...


Monday, March 31, 2008

Perjalanan...


LIBURAN (kerjaan) YANG ANeH


Weh tujuan saya tuch "Dhoho" dasar kurang kerjaan nongkrong segala.. (yg ngasih alamat itu ukh Santi) ... hehe...


Akh GusPur itu suasana desa Ngawi boz.. kpn balik ke Jawa?? :D atau saya kenalkan ma anak Magetan atau Ngawi.. hehe..



Alhamdulillah uenak tenan. Makanan (favorite) yg sering dimakan ma ukh Santi ma adik tiri (ukh) saya. Baksonya mantaBB..




Lokasi di Caruban.. menunggu KA lewat...


Lhoh.. ketemu keretanya lagi di Nganjuk.. weleh.. (koq cepatan saya ya)..hehehe...



Subhanalloh Sungai Nil-nya Kediri alias Sungai Brantas (Kekekekkk)
Teringat Novel dan film AAC (bukan AAPC lho..).. Hehe...Jadi inget Febra yang mo nikah.. (ditunggu undangannya dech)... :D

Teringat temen blog saya yg Nadine's Mom (Icha) di mesir. Ukh Nana dan Ukh Dini serta BulikQ (Banjarmasin) dgn sungai Kapuas nya (mancing yuk)..he..he..



Kamis, 26 Maret 2008


Friday, March 21, 2008

Memoar (2)...

Tak Sekedar Pe-San dan Ke-San


Tulisan ini untuk mengingatkan saya pada sebuah team. Tapi bukan sekedar team karena dihuni oleh orang-orang yang pernuh warna kulitnya karakternya, salah satunya GusPur. Walaupun awalnya canggung and bengong tapi ya lama-kelamaan saya bisa menangkap apa yang menjadi tujuan kita. Yach..maklum saya masuk di team itu menyusul atau dipingit karena terbuang.

Ketika ada perjumpaan (awal) tentunya ada sebuah perpisahan (akhir). Tapi ada kenangan kita dalam mengemban amanah dakwah ini. Tak lupa sebuah kenangan berupa secarik kertas kecil yang dimasukkan amplop yang masing-masing mendapatkannya. Yap..sebuah amplop panas yang berisi pesan dan kesan yang tak sekedar suatu pesan dan kesan. Tapi sayang pesan dan kesan itu gak diberi nama yang nulis (memang kesepakatan kita).

Alhamdulillah amplop saya masih ada. Saya temukan tidak sengaja di sela2 rak buku. Tapi saya yakin 700% amplop punyanya GusPur sudah hilang. He..he Cuma nebak aja..mungkin tebakan saya benar..

****


#1.Assalamu’alaikum..ketemu kemarin sekarang pisah!. Semoga singkatnya pertemuan ini lebih bermakna! Keep your spirit in the Islam and never ending jeehad!. Syukron and afwan ya. Doakan saya yang baik-baik ya!..(*tulisannya huruf bersambung agak jelek..he..he. Klo yang ini melanggar kesepakatan cos dia nulis initial nama lengkapnya yaitu ASQ.).

>>> ternyata waktu sangat cepat ya akh untuk menuju perpisahan ini. Ya insyaAlloh kami doakan yang baik2 mosok yg jelek2 tho akh..hehe..


#2.Good. Kau dinanti-nanti. Antum bisa! Bekerjalah tuk sukses. Saya butuh perhatianmu...(*tulisannya semi huruf bersambung dan lumayan bagus tapi jeleknya juga ada)

>>> wah ini sapa ya..tapi tenang keliatane ini ikhwan bukan akhwat. Klo saya tebak ini yang nulis Sutadzi dech..


#3.Secepat kilat engkau datang sambut seruan jihad... Allohu akbar!!!!..Subhanalloh, datangmu tanpa kata kerjamu tanpa cela..sempurna...(*intine tulisannya tidak beraturan ato mungkin cepet nulisnya dia ini)

>>> ini terlalu memuji dech..tapi ini sapa ya??. Masih dalam tahap penasaran..he.he..


#4.Belum ma’rifah (*tulisannya biasa aja and gak huruf bersambung)..

>>> wah yang jelas ini akhwat yang nulis..koq gak kenal saya ya. Gak kenalan sich. Singkat dan jelas menandakan bahwa ini akhwat yang ..... (??)..


#5.Ayo bersuara. Dengan berkata kita akan didengar. Dengan berbuat kita akan dilihat..(*tulisannya bagus).

>>> Emange saya jin khah?????...hm..hm..ini keliatane akhwat tapi kurang tau sapa.(??)


#6.Ass. Wr..Wb.Semangat.Istiqomah. Wass.Wr.wb (tulisannya bagus dan huruf dengan bersambung)

>>> Ya insyaAlloh saya selalu semangat dan berusaha untuk istiqomah..Dari tulisannya sich kayak (calon) guru..Jangan2 ini akhwat FKIP..hehe Cuma nebak aja..


#7.Afwan jiddan ane belum mengenal antum..(tulisannya bagus dan huruf dengan bersambung).

>>> jelas sekali ini pasti akhwat. Bahasanya terlalu resmi mungkin aja hormon estrogen-nya lebih dominan.


#8.Berkacamata.... Kalem.... and cepat ngerjakan agenda-agenda.. (*tulisannya bagus)

>>> Ateng ni!..apa iya sich??..wah ini sapa ya bikin penasaran aja..Jangan-jangan???...


#9.Lembut..saya dulu sering manggil antum “ukh” ya akh..he.he. Afwan bercanda koq. Meskipun calm tapi sip juga antum...(*tulisannya besar2 and jelek lagi)..

>>> ooo dasar akh Qowiy emange saya lelembut...Tapi antum juga sip hancurnya..heehe..


Pertemuan qta bagaikan hujan salju sedangkan persahabatan qta bagaikan mutiara surgaNya..

Manakah pesan GusPur ???........Wekekek...

***